Jumat, 31 Januari 2014
Celotehan kecil untuk insan bernama "AYAH"
Ayah..
Waktu yang telah berlalu membuatku tersadar akan siapakah dirimu..
Marahmu kala senja belum menuntunku tuk kembali padamu, adalah bentuk kepanikanmu akan diriku yang kau sendiri mungkin tak faham harus seperti apa mengungkapkan getir kerisauan dalam hati kecilmu..
Ayah..
Padamnya wajahmu padaku saat tuntutan demi tuntutan yang terus ku beberkan, adalah bentuk penyesalanmu karna kau tak dapat mengabulkan apa yang aku inginkan..
Ayah..
Senyummu menyimpan berjuta teka-teki,, benar-benar bahagia kah engkau?? aku rasa tidak.. Duri yang menusuk batinmu kau buang sejenak ketika aku duduk manis disampingmu,, Kau selalu mencoba menghadang ombak dilautan sana,, walau kutahu dirimu rapuh..
Ayah..
Maafkan aku,, bila aku hanya bisa memberi beban di kehidupan ini dan kehidupan nanti,, Maafkan aku yang sampai detik ini belum bisa bahagiakanmu,, apalagi mengganti seluruh peluhmu..
Ayah..
Aku hanya bisa mengirimkan setangkai do'a dalam sujudku, jua dalam lembaran kertasku,,
اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَ لِوَالِدَيَّ وَ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
aamiin..
Ayah..
Uhibbuka fillah..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar